Sebuah benak yang terlintas di pikiran gue saat itu adalah..
"Idealis Banget"
Sebagai remaja yang sudah melihat banyak realita pahit di dunia ini, gua hanya akan bilang "Gak ada yang namanya mencintai apa adanya dalam tahap pacaran anak muda".Gue benci mengatakan kalau lo semua udah kemakan sama idealisme semacam itu. Sekarang gua kasih contoh kasus
Contoh Kasus : Ada 2 gadis yang tertarik dan ngasih kode ke lu, sebut saja Raissa dan Xenovia. Raissa adalah seorang idola kampus yang terkenal dengan parasnya yang ayu, sifatnya yang anggun dan kalem serta berbakat dalam bidang tarik suara. Sedangkan Xenovia adalah seorang mahasiswa yang biasa aja, judes dan sifatnya kekanak-kanakan.
Sekarang mana yang lu pilih, gua yakin lu pasti bakal milih Raissa, karena ibarat jualan, Raissa dan Xenovia diibaratkan barang dagangan, Raissa adalah cangkir mahal yang mewah dan xenovia adalah cangkir yang ada retak dan warnanya buram, secara insting lo pasti akan "memilih yang terbaik". Yup, begitu pula saat lu memilih doi. Lu pasti mencari yang terbaik.
Sekarang timbul pertanyaan,
"Menerima pasangan apa adanya itu sebenarnya apa ?"
Sekarang gue kasih contoh kasus lagi nih,
Contoh Kasus : Mengetahui bahwa Raissa akan pergi selama 2 bulan untuk melakukan konser, Xenovia merasa punya secercah harapan, dia memutuskan untuk berubah, Xenovia bertekad untuk memperbaiki penampilannya dan juga berlatih berbicara lebih lembut dan berlaku sopan. Dia pun juga mulai berlatih masak makanan kesukaan lo. Dia pun terlihat lebih aktif dalam kegiatan kampus dan lebih tekun dalam belajar, kemudian Xenovia memenangi kompetisi karya tulis ilmiah internasional dan terpilih dalam Asian Youth Forum Parlement dan dia mesti tinggal di korea selama 2 minggu. Secara gak langsung, Xenovia juga jadi idola di kampus.
Kemudian disaat yang bersamaan mereka kembali dan juga bersamaan menyatakan cinta ke elo. Elo, pasti bingung mau milih siapa kan ....
Coba kalau andai kata Xenovia gak berubah, pasti dia bakal yang jadi pihak yang ngenes. Jadi bisa ditarik kesimpulan, pada dasarnya manusia itu mencari yang terbaik, yang sempurna emang gak ada tapi pasti akan selalu memilih yang terbaik buat lo.
Kemudian lo pasti ribut,
"Itu kan bukan pembawaan gue, berarti gue mesti berakting gitu?"
Yang gue tekankan disini bukan akting tapi menjadi orang yang lebih menarik dalam artian untuk lebih baik dari sebelumnya. Lu pasti pernah lihat kalo seorang Christiano Ronaldo menggiring bola, keliatan lincah dan alami banget, tapi apa lo tahu "berapa lama dia ngabisin waktu dan berapa banyak keringat yang dihasilkan buat bisa begitu", no body knows. Jadi menurut gue apa adanya itu adalah "ketika lo udah berusaha menjadi diri lo dalam versi terbaik, dan lo udah gak bisa ngelakuin apa-apa lagi". Kalaupun andai kata si doi nolak kita, yakinlah.. Tuhan memberikan orang yang lebih baik, asalkan lu mau mencari. Ngerti kan.. Ok Sip, jadi jangan galau lagi kalau masalah cinta semacam ini, jam udah nunjukin setengah 4 aja, saatnya gua tidur, zzzzz.....
